Pernyataan bernada Rasis RUHUT SITOMPUL pada acara yg digagas Salah satu televisi Swasta, Metro TV pada tanggal 28 Mei 2009 lalu masih belum hilang begitu saja. Walaupun Partai Demokrat telah memberikan teguran kepada pemain sinetron ini, sentimen atas pernyataan rasisme masih mengiang-ngiang hingga saat ini di berbagai media massa dan tak terkecuali di Internet.
Sebagamana dalam acara dialog yang disiarkan Metro TV itu, Ruhut mengeluarkan pernyataan bernada rasis. Pria yang dikenal sebagai pengacara dan pesinetron ini mengatakan ” ‘Arab’ tidak pernah membantu Indonesia”. Acara dialog itu juga dihadiri politikus Partai Hanura Fuad Bawazier dan politikus Gerindra Permadi
Nada protes diberitakan pada Harian Umum PELITA dengan judul “Keturunan Arab Protes Pernyataan Rasis Ruhut Sitompul”. Pada artikel tersebut diberitakan bahwa Persaudaraan Nasionalis Arab Indonesia (PNAI) memprotes pernyataan Ruhut Sitompul dalam suatu dialog di Metro TV (28/5), lalu, yang terkesan rasis dengan menjelek-jelekkan etnis Arab umumnya, dan etnis Arab Indonesia, khususnya.
Ketua PNAI, Rusjdi Basalamah, dan Sekjen Mustofa Najib Assagaf, di Jakarta, Sabtu (30/5), mengatakan pernyataan juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul dalam dialog dengan juru bicara partai lain Fuad Bawazir dan Permadi itu dinilai tidak etis dengan menyinggung etnis keturunan Arab.
Pernyataan itu mendapat protes keras dari kalangan Arab di seluruh Indonesia, kata Rusjdi. Hingga Minggu (31/5), kedua pengurus PNAI itu masih mendapat SMS dan telepon bernada protes dari tokoh masyarakat Arab dari berbagai daerah seperti Gorontalo, Ujung Pandang, Ternate, Ambon, Manado, Jatim, Irian, Jateng, Jakarta, dan sejumlah daerah lain di Sumatera [http://www.hupelita.com/baca.php?id=71954]
Sementara situs Okezone memberitakan bahwa FOrum Keturunan Arab Indonesia (Fokari) mendesak kepolisian agar menangkap Ruhut Sitompul terkait pernyataannya yang dinilai menghina bangsa Arab dalam artikel “warga keturunan Arabdesak Polisi tangkap Ruhut” [Rabu, 3 Juni 2009 - 12:13] wib. Situs VIVANEWS pada hari Seleasa, 2 Juni 2009, 15.52 memberitakan bahwa walaupun Ruhut yang juga seorang pengacara ini sudah meminta maaf, namun itupun belum cukup menyembuhkan akibat komentar rasis yang diperbuatnya itu.
Eramuslim, pada Editorialnya menurunkan komentar berjudul “Ruhut: Arab Tak Pernah Membantu Indonesia”, yang membantah pernyataan salah satu anggota tim sukses SBY-Budionon ini yang memutarbalikkan fakta.
FACEBOOK TAK LUPUT DARI SENTIMEN ANTI RUHUT SITOMPUL
Selain surat kabar, website, blog, forum diskusi dan opini-opini yang hangat membicarakan pernyataan rasisme Ruhut Sitompul “si Raja Minyak dari Tarutung” ini, tidak ketinggalan pula FACEBOOK, situs pertemanan yang lagi ngetrend di dunia maya ini pun tidak luput dari klub anti pernyataan rasis sang advokat ini.
Tidak kurang dari 5 group/klub yang menolak dan menyayangkan pernyataan berbau SARA tersebut, bahkan ada pula group yang menuntut dipecatnya Ruhut Sitompul dari Partai Demokrat pada group “PECAT RUHUT SITOMPUL DARI PARTAI DEMOKRAT”.[http://www.facebook.com/pages/PECAT-RUHUT-SITOMPUL-DARI-DEMOKRAT/86758779009?sid=5161a95df526fab4e354d8b5afea527e&ref=search].
Group tersebut saat ini memiliki ratusan pendukung.Group dengan dukungan lebih besar anggota yaitu pada “SAY NO TO RUHUT SITOMPUL” [http://www.facebook.com/group.php? gid=86939518596], dengan jumlah pendukung hingga 651 orang.
Ada juga group “JAMAAH DESAK SBY PECAT RUHUT”[http://www.facebook.com/groups.php#/group.php?gid=208551435044].Pendukung grop hingga saat ini sebanyak 846orang yang meramaikan forum diskusi. Dengan anggota Pada group ini disampaikan pesan penting untuk tidak menjadikan grop anti Ruhut sebagai ajang menghina atau memojokkan salah satu capres tertentu dan mengarahkan pada capres lainnya. Pengurus group ini khawatir apabila grop anti Ruhut akan disalahgunakan/ditunggangi untuk dukung mendukung pada capres tertentu. Makanya kementar-komentar anggota pada dinding group ini akan dihapus apabila bertentangan dengan tujuan awal didirikan grop tersebut.
Tidak kalah, adalah group yang bernama “RUHUT SITOMPUL MELECEHKAN SUKU BANGSA ARAB” [http://www.facebook.com/group.php?sid=5161a95df526fab4e354d8b5afea527e&gid=87488618197&ref=search].Hingga saat ini pendukungnya sebanyak 1005 orang, dan terus bertambah tiap jam-nya. Grop yang didirikan oleh Rahmad Assegaf ini dihiasi dengan komentar dinding dan forum diskusi. Selain group diatas, ada juga group “Sejuta FB-er Mosi Tidak Percaya atas Ruhut Sitompul” [http://www.facebook.com/groups.php?ref=sb#/group.php?gid=112561845109].
MENGANCAMA SUARA PASANGAN SBY-BUDIONO ?
Terlepas dari itu semua, yang jelas hingga saat ini sentimen primordialisme yang disulut oleh pernyataan rasis Ruhut Sitompul tampaknya belum akan padam dalam waktu dekat. Sentimen ini tentu saja bisa menjadi bola liar yang menggelinding bahkan bisa ditunggangi kepentingan elit politik yang pragmatis untuk keperluan pemenangan calon presiden tertentu [Kertosono, 4 Juni 2009].
